SmarterDOS

Quote Left Hanya sebuah blog biasa saja yang tidak biasa dan berharap menjadi luar biasa Quote Right

Beginikah Potret Pendidikan di Indonesia?

Potret Pendidikan Indonesia

Potret Pendidikan Indonesia

Alhamdulillah, akhirnya gw bisa posting di blog tercinta ini setelah sibuk menggarap Portal dan halaman Status. Gw saat ini berkeinginan untuk menanggapi beberapa fenomena pendidikan belakangan ini yang sering muncul di berbagai macam media, baik elektronik hingga televisi.

Sebenarnya, pendidikan itu dibagi dua. Pertama ada pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh sebuah institusi pendidikan dengan terorganisir, sedangkan pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilakukan di lingkungan seorang anak tinggal (dilakukan oleh orang tua dan masyarakat). Pendidikan formal itu sendiri, biasanya dilakukan di sekolah, madrasah, atau institusi sederajat lainnya.

Beberapa hari ini, sepertinya masalah mengenai UN sedang mencuat. Banyak kecaman dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Di satu sisi, menurut gw UN itu baik. Tapi coba kita lihat sekolah di pinggiran sana, cukup menyedihkan sekali kondisinya. Berbeda dengan gw kita yang alhamdulillah dapat beruntung untuk mengenyam pendidikan dengan cukup sangat layak.

Gw pernah membuat karya tulis mengenai hal ini dengan judul “Persepsi dan Harapan Orang Tua di Kampung Pasir Muncang dalam Menyekolahkan Anaknya pada Pendidikan Formal”. Karya tulis itu gw buat waktu gw Trip Observasi kemarin. Tempat gw ngambil data adalah sebuah daerah cukup sangat terpencil. Kondisi pendidikannya menurut gw itu sangat bobrok, beda dengan gw kita disini yang bisa dapat sekolah dengan AC, sekolah berlantai dan beratap, guru yang ‘rajin’, dan sebagainya.

Setelah gw datang di daerah itu, gw langsung mengambil data penelitian untuk dijadikan laporan ilmiah. Ternyata, persepsi warga Kampung Pasir Muncang tidak cukup baik. Kebanyakan dari mereka, mengeluhkan letak sekolah yang jauh dan naik turun bukit. Bayangin aja kalau setiap hari, anak SD disuruh turun bukit dulu dan melewati kebun teh, kebun bambu, pematang sawah, baru sampai di jalan raya. Itupun dari jalan raya mereka harus berjalan sekitar 10 menit lagi untuk turun. Sampai disekolah yang ada hanya capek, tentunya mereka pasti sulit untuk berkonsentrasi. Udah gitu, belum tentu setiap murid datang ke sekolah dan di sekolah ada gurunya. Disana, guru itu hanya satu untuk tiap sekolah. Sedangkan kelasnya itu bisa sampai puluhan, bayangin aja guru cuman satu untuk ngajar murid seabrek gitu.

Ternyata, masih ada kan pendidikan yang seperti begitu di Indonesia? Apa terus gw kita yang tinggal di Ibukota bisa bersenang-senang dengan keadaan serba cukup? Jangan dulu teman! Justru dengan keadaan gw kita yang serba nyaman ini, wajiblah bagi kita semua untuk memikirkan teman-teman di daerah.

Lantas, apa dengan begitu tidak perlu UAN atau UN? Jangan berpikiran begitu dulu. Mari gw akan mencoba untuk mengupas mengenai masalah UAN atau UN. UAN atau UN sebenarnya adalah sebuah program pembunuhan ujian yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Coba lo bayangkan apabila tidak ada UAN atau UN! Pastilah hancur pendidikan di Indonesia, bakal sangat mudah untuk mendapatkan nilai sempurna. Tapi, apakah jika UAN atau UN dilakukan dapat menjadi satuan hitung bagus buruknya sebuah sekolah? Itulah sebuah fenomena baik buruk yang muncul di Indonesia saat ini.

Banyak sekolah yang mengejar prestige dengan menghalalkan segala cara. Kemudian, tidak hanya sekolah yang banyak ingin meraih keuntungan dengan adanya UAN atau UN, ada pula tukang sulap yang muncul. Tukang sulap seperti ini, muncul biasanya disaat pendaftaran negeri dibuka. Mereka bersedia untuk menyulap mengubah nilai NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang ada menjadi lebih tinggi dengan bayaran tertentu. Tidak adil bukan bagi mereka yang mengerjakan soal dengan jujur dan mereka yang tidak berkemampuan untuk menyulap membeli nilai.

Dengan kondisi pendidikan yang belum merata, seperti yang dikatakan oleh salah seorang sumber gw, tidak elok dipandang jika UAN atau UN masih akan diadakan. UAN atau UN hanya menguntungkan beberapa golongan saja, mereka yang kurang mendapat perhatian pendidikan, tentunya tidak bisa disamakan dengan penduduk kota yang mudah dan cepat sekali mendapatkan informasi.

Sebelumnya, coba baca berita di Kompas.com pada hari ini:

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan ketidaksetujuannya terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghapuskan pelaksanaan ujian nasional (UN). Hal itu dinilainya akan membodohi jutaan anak Indonesia.

Demikian hal itu dikemukakan oleh JK saat memberikan kuliah umum pada pembukaan Musyawarah Nasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK-PTIS) di kampus Universitas Islam Indonesia, Sleman, Yogyakarta, Kamis (10/12/09).

“Orang bisa menjadi pintar itu karena belajar. Kenapa belajar, karena akan diujikan. Kalau tidak ada ujian dan semua bisa lulus, untuk apa belajar?” kata Kalla, yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat BK-PTIS.

Apakah lo semua setuju dengan ini? Gw setuju banget sama pernyataan JK soal UAN atau UN ini. Namun, gw sangat menyayangkan pemerintah yang kurang belum tegas dalam menegakan keadilan. Buktinya saja, depdiknas adalah hanya sebuah departemen yang belum dibongkar oleh cicak KPK. Terus apalagi? Ya pemerintah Indonesia masih belum melakukan sebuah hal yang dinamakan pemerataan pendidikan.

Saat ini, sepertinya adalah waktu yang tepat bagi gw untuk buka kartu mengenai kondisi pendidikan di Kota Besar Jakarta:

1. Sebelum UAN atau UN dimulai, sekolah swasta dan negeri di Jakarta berebut untuk memanggil si pembuat soal UAN atau UN.
2. Seringkalinya dilakukan Try Out dengan soal mirip UAN atau UN.
3. Dengan mudahnya, guru-guru sekolah di Jakarta mendapatkan yang namanya kisi-kisi dari depdiknas.
4. Pesulap nilai yang bertebaran dimana-mana. :)
5. Beberapa sekolah mendapatkan bocoran nilai (tidak berlaku di sekolah gw :lol: ).

Bayangkan dengan kondisi pendidikan di daerah maju tertinggal:

1. Murid di sekolah, jarang sekali yang punya buku (gimana mau belajar?).
2. Tidak adanya perpustakaan (apalagi ini, hampir semua sekolah).
3. Guru yang hanya satu (jarang mengajar pastinya).
4. Setahun sekali melakukan try out bagi siswa yang mau UAN atau UN.
5. Sebelum UAN atau UN, mungkin terjadi hujan sehingga siswa tidak konsentrasi. :P
6. Pensil 2B mungkin punya, tapi penghapus belum tentu (kalau salah, ya salah!).

Miris banget ya melihatnya? Gw juga gitu. Jadi untuk saat ini gw dapat mengatakan bahwa UAN atau UN tidak perlu. Saran gw untuk pemerintah Indonesia agar lebih baik kedepannya:

1. UAN atau UN dihapuskan untuk sementara waktu.
2. Pemerataan pendidikan (pendidikan kota = pendidikan daerah).
3. BOS harus tetap ngalir (jangan di KORUPSI! :P ).
4. UAN atau UN dilakukan, dengan syarat soal beda-beda di tiap ‘kelas’ sekolah.
5. Restrukturisasi di depdiknas
6. Pecat yang namanya pesulap nilai! :grin:

Alhamdulillah, ternyata begitu gw lihat di Kompas.com TKP, banyak yang setuju tidak setuju dengan pendapat JK diatas.

Komentar 1: Boim @ Kamis, 10 Desember 2009 | 14:09 WIB
Kalo Pak JK bisa menjamin fasilitas yang diterima siswa di Kendari, Flores, Papua dan seluruh pelosok sama dengan yang diterima siswa-siswa di Jakarta si ndak masalah Pak. Ini yang di daerah dapet buku aja susah, hasilnya dipaksa sama dengan yang udah bimbel tiap hari, lab nya lengkap, ada akses Internetnya. Aya aya wae…

Komentar 2: wiratama @ Kamis, 10 Desember 2009 | 13:57 WIB
Saya sih setuju dengan ujian tetapi bukan dengan UN yang diseragamkan. Bagaimana UN dapat diseragamkan sementara kondisi Papua jelas sangat ketinggalan dibandingkan dengan Jakarta. Apa para pembuat kebijakan menyusun kebijakan UN hanya melakukannya dari menara gading sehingga tiadk melihat perbedaan ini? Mudah-mudahan tidaklah demikian. Jadikan UN hanya sebagai alat ukur mutu pendidikan. Sementara itu kelulusan, sesuai UU, dikembalikan kepada sekolah.

*Komentar seseorang disini

Note: Gw setuju dengan pendapat JK diatas, tapi gw tidak setuju dengan UAN atau UN karena tidak adanya pemerataan pendidikan.

Terima Kasih, SmarterDOS

—————————————-
Tambahan:
Gw setuju dengan berita-berita dibawah ini:
Harusnya, Guru Baru Ditempatkan di Daerah Terpencil!
Jangan Lupakan Pendidikan di Pedalaman!
UN Jangan Dijadikan Satu-satunya Penentu

Untuk teman-teman yang membutuhkan karya tulis gw kelompok gw disaat Trip Observasi, dengan cara menghubungi gw via halaman about.


Copy the code below to your web site.
x 

Related Post

, ,

Shortened URL:


40 Comments

  • shengar asra says:

    UAN atau UN memang sebuah sistem standarisasi yang bagus, tetapi yang menjadi masalah adalah ketidak rataan fasilitas dan tenaga pendidik di Indonesia terutama daerah yang terpencil. Luasnya wilayah indonesia sendiri adalah sebuah tantangan untuk pemerintah(penghimbau)Indonesia. Akan sangat bodoh jika mengandalkan pemerintah(penghimbau)pusat untuk melakukan pemerataan pendidikan karena masalah di pusat sendiri sudah banyak, belum birokrasi Indonesia yang rumit akan membuat prosesnya mengeluarkan banyak biaya(alasan: dikorupsi). Otonomi daerah seharusnya dapat mengatasi masalah seperti ini, tetapi pemimpin daerah-daerah di Indonesia bukan pemerintah daerah, melainkan penghimbau daerah. Alasannya karena inisiatif pemda sangat kecil. mereka kebanyakan bergantung pada perintah Pemsat, itu pun diulur-ulur. Belum lagi dana yang diberikan pemsat di pake sama pemda dan keluarga serta teman untuk mengembungkan perut, mengisi brankas, dan memenuhi koleksi alias di korup. Hal ini sudah sangat lumrah karena kebanyakan pemda terpilih itu orang-orang bedebah yang hanya ingin kekuasaan, bukan untuk memajukan daerahnya. sedikit sekali orang kompeten yang tidak terpilih karena kurangnya uang mereka dibanding para bededah itu. jadi semuanya kembali ke birokrasi, dan pemimpin kita. Selama pemerintah tidak punya ketegasan, tidak adanya inisiatif pemda, dan kurangnya Mendiknas kompeten(yang sekarang mah tampangnya aja kayak udah gak niat gitu. masa nilai UAN mau dijadiin patokan masuk Uneversitas Negeri nanti pas 2012? ckk) perkembangan pendidikan di Indonesia secara merata tidak akan memiliki hasil. hanya pulau Jawa saja yang berkembang karena dekatnya dengan pusat.

    Mungkin, ibukota Indonesia sebaiknya dipindah ya?

  • SmarterDOS says:

    shengar asra: UAN atau UN memang sebuah sistem standarisasi yang bagus, tetapi yang menjadi masalah adalah ketidak rataan fasilitas dan tenaga pendidik di Indonesia terutama daerah yang terpencil. Luasnya wilayah indonesia sendiri adalah sebuah tantangan untuk pemerintah(penghimbau)Indonesia. Akan sangat bodoh jika mengandalkan pemerintah(penghimbau)pusat untuk melakukan pemerataan pendidikan karena masalah di pusat sendiri sudah banyak, belum birokrasi Indonesia yang rumit akan membuat prosesnya mengeluarkan banyak biaya(alasan: dikorupsi). Otonomi daerah seharusnya dapat mengatasi masalah seperti ini, tetapi pemimpin daerah-daerah di Indonesia bukan pemerintah daerah, melainkan penghimbau daerah. Alasannya karena inisiatif pemda sangat kecil. mereka kebanyakan bergantung pada perintah Pemsat, itu pun diulur-ulur. Belum lagi dana yang diberikan pemsat di pake sama pemda dan keluarga serta teman untuk mengembungkan perut, mengisi brankas, dan memenuhi koleksi alias di korup. Hal ini sudah sangat lumrah karena kebanyakan pemda terpilih itu orang-orang bedebah yang hanya ingin kekuasaan, bukan untuk memajukan daerahnya. sedikit sekali orang kompeten yang tidak terpilih karena kurangnya uang mereka dibanding para bededah itu. jadi semuanya kembali ke birokrasi, dan pemimpin kita. Selama pemerintah tidak punya ketegasan, tidak adanya inisiatif pemda, dan kurangnya Mendiknas kompeten(yang sekarang mah tampangnya aja kayak udah gak niat gitu. masa nilai UAN mau dijadiin patokan masuk Uneversitas Negeri nanti pas 2012? ckk) perkembangan pendidikan di Indonesia secara merata tidak akan memiliki hasil. hanya pulau Jawa saja yang berkembang karena dekatnya dengan pusat.
    Mungkin, ibukota Indonesia sebaiknya dipindah ya?

    Komentarnya bagus sub, makasih banyak. Pemindahan ibukota itu bukan solusi yang tepat, bisa-bisa nanti orang luar negeri pada ngetawain semua. :lol: Solusi yang paling tepat adalah dengan pemerataan pendidikan itu, dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi misalnya, terus pembangunan jaringan transportasi, dan sebagainya. itu sudah cukup membantu sekali kok :cool:

    asal gak dikorupsi aja, haha :mrgreen:

  • Opung says:

    Wah pada panjang2 comment nya ya. Kalo saya sih setuju saja dengan gerakan yang memajukan pendidikan karena memang benar pendidikan di negara kita ini terasa kurang merata dinikmati rakyatnya. Disatu sisi ada yg sampai bisa kuliah di luar negri tp di sisi lain buat masuk SD atau SMP saja sulit sekali.
    Opung´s last blog ..Mahasiswi Kepergok Mesum Langsung Diarak

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Opung: Wah pada panjang2 comment nya ya. Kalo saya sih setuju saja dengan gerakan yang memajukan pendidikan karena memang benar pendidikan di negara kita ini terasa kurang merata dinikmati rakyatnya. Disatu sisi ada yg sampai bisa kuliah di luar negri tp di sisi lain buat masuk SD atau SMP saja sulit sekali.

    Itu teman saya bro yang panjang banget komentarnya :mrgreen: , hehe. Nah itu dia yang salah di Indonesia ini, pemerataan pendidikan masih belum dilakukan oleh pemerintah. :)

  • made gelgel says:

    saya komen pendek aja ya mas? :)

    jujur saya juga prihatin melihat kondisi seperti itu, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan masalah ini daripada masalah yang sekiranya bisa ditangani nantinya, kasihan kan mereka semangat belajarnya membara tapi tidak mendapatkan fasilitas yang memadai

  • made gelgel says:

    kok komen saya gak muncul yah? :roll:

  • kurosystem says:

    wew….gila, panjang bgt komen2nya :shock:

    iya, emang kacau…ga seimbang tu pendidikan di indonesia.

    beberapa waktu lalu kan ada yang menang olimpiade fisika bla bla bla, indonesia dapet medali emas kalo ga salah, eh disisi lain masih aja ada potret yang ente selipin di postingan ini…liat, sarana pembelajaran ga memadai banget. susaaah….

    btw, portalnya keren boss :cool:

  • SmarterDOS says:

    made gelgel: saya komen pendek aja ya mas? :)
    jujur saya juga prihatin melihat kondisi seperti itu, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan masalah ini daripada masalah yang sekiranya bisa ditangani nantinya, kasihan kan mereka semangat belajarnya membara tapi tidak mendapatkan fasilitas yang memadai

    Iya mas, betul banget :)

    made gelgel: kok komen saya gak muncul yah?:roll:

    Karena nggak auto approve mas, harus melalui moderasi saya terlebih dahulu :)

    kurosystem: wew….gila, panjang bgt komen2nya:shock:iya, emang kacau…ga seimbang tu pendidikan di indonesia.
    beberapa waktu lalu kan ada yang menang olimpiade fisika bla bla bla, indonesia dapet medali emas kalo ga salah, eh disisi lain masih aja ada potret yang ente selipin di postingan ini…liat, sarana pembelajaran ga memadai banget.susaaah….btw, portalnya keren boss:cool:

    Wedew, makasih bro udah mau datang ke blog ini. Hehe :)

  • jamal Home says:

    ckckck,,,
    gw sih stuju2 aja ama pk JK,,,
    soalnya gw bkan org yg mmpunyai pkirin politik,,, :roll:
    cz,,,
    aku kn orgnya cma org yg biasa,,,,,
    mmikirkan dri sndiri aja msih blum bisa,,,
    ap lgi mkirkan skull yg lain atwpun politik,,, :cool: :cool: :cool:
    sory,,,
    kommentny gk berguna,,, :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:
    jamal Home´s last blog ..Google buat efek ‘hidden’ di Homepagenya

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    jamal Home: ckckck,,,
    gw sih stuju2 aja ama pk JK,,,
    soalnya gw bkan org yg mmpunyai pkirin politik,,, :roll:
    cz,,,
    aku kn orgnya cma org yg biasa,,,,,
    mmikirkan dri sndiri aja msih blum bisa,,,
    ap lgi mkirkan skull yg lain atwpun politik,,, :cool: :cool: :cool:
    sory,,,
    kommentny gk berguna,,, :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    Nggak apa-apa bos, dari pemikiran simpel bisa jadi sebuah pemikiran besar dengan sebuah usaha kok! :)

    Ditunggu komentar lainnya :lol:

  • anjrittt !!!! ngena banget tuch mas Nur….

    ya kayak di laskar pelangi lah….. khan kasian banget tuch klao ngeliatnya…

    baca artikel ini, jadi nyadar kalo kita mah udah enak banget sebenernya……

    gak harus naik gunung turun gunung gitu…ya paling macet….

    ciri khas artikel lo : ” panjang , tapi syahdu ”

  • Wandi thok says:

    Kalo urusan UN, yang saya setujui adalah semangat anaknya untuk belajar ada dan bisa digenjot mas.
    Tapi yang aku kurang setuju, adalah UN digunakan untuk memutuskan LULUS/TIDAKnya, seharusnya itu hak sekolah masing-masing.
    Namun kalawo urusan UAN, serahkan sepenuhnya sama mbok Darmi, dia pintar mencari Uan (rambut putih di kepala) :lol:

  • Syahroyni says:

    Betul tu mas . . . .

    setuju banget . . . . . ;-)
    Syahroyni´s last blog ..Lamborghini Madura

    My ComLuv Profile

  • Syahroyni says:

    Betul tu mas . .

    Setuju banged . . . .
    Syahroyni´s last blog ..Lamborghini Madura

    My ComLuv Profile

  • c0mr4d3 says:

    artikel yang bagus gan, tapi ane minta 1 :

    Tolong jangan kambing-hitamkan Anak-anak di daerah tertinggal !!

    mungkin secara fasilitas mereka gak memadai, tapi, semangat mereka patut jadi contoh, sampai mereka bilang mereka tidak mau menolak UN, karena memang mereka semangat. kalau mereka dikambing-hitamkan, masalahnya nambah lagi, mulai karena isu ini, pemerintah ngadain tender pendidikan dan pembangunan, terus kalo diurus ama korporat yang kacau kan malah tambah kacau rencananya.. bisa-bisa dimanfaatkan..

  • jamal HOME says:

    SmarterDOS:
    Nggak apa-apa bos, dari pemikiran simpel bisa jadi sebuah pemikiran besar dengan sebuah usaha kok!
    Ditunggu komentar lainnya

    wakakakaka,,,
    sip bos,,,
    mkasih,,,
    btw,,,
    blogku lma gk d update yaitu karena satu alasan simpe…
    Banyak Kerjaan Offline

  • SmarterDOS says:

    Khalid Abdullah: anjrittt !!!! ngena banget tuch mas Nur….ya kayak di laskar pelangi lah….. khan kasian banget tuch klao ngeliatnya…
    baca artikel ini, jadi nyadar kalo kita mah udah enak banget sebenernya……gak harus naik gunung turun gunung gitu…ya paling macet….ciri khas artikel lo : ” panjang , tapi syahdu ”

    Wedew, makasih banyak mas! :mrgreen:

    Wandi thok: Kalo urusan UN, yang saya setujui adalah semangat anaknya untuk belajar ada dan bisa digenjot mas.
    Tapi yang aku kurang setuju, adalah UN digunakan untuk memutuskan LULUS/TIDAKnya, seharusnya itu hak sekolah masing-masing.
    Namun kalawo urusan UAN, serahkan sepenuhnya sama mbok Darmi, dia pintar mencari Uan (rambut putih di kepala) :lol:

    Iya mas, betul banget itu! :grin:

    Syahroyni: Betul tu mas . . . .
    setuju banget . . . . . ;-)

    Syahroyni: Betul tu mas . .
    Setuju banged . . . .

    Iya mas, betul! :lol:

    c0mr4d3: artikel yang bagus gan, tapi ane minta 1 :
    Tolong jangan kambing-hitamkan Anak-anak di daerah tertinggal !!
    mungkin secara fasilitas mereka gak memadai, tapi, semangat mereka patut jadi contoh, sampai mereka bilang mereka tidak mau menolak UN, karena memang mereka semangat. kalau mereka dikambing-hitamkan, masalahnya nambah lagi, mulai karena isu ini, pemerintah ngadain tender pendidikan dan pembangunan, terus kalo diurus ama korporat yang kacau kan malah tambah kacau rencananya.. bisa-bisa dimanfaatkan..

    Nggak dikambing hitamkan begitu mas, jadi begini, coba kalau mas lihat pendidikan di daerah tertinggal itu, mas perhatiin bener-bener, mereka punya semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu. Mereka naik turun gunung, dan sebagainya. Hanya saja, yang cukup kita semua sayangkan adalah jika UN dijadikan sebagai tolak ukur lulus/tidaknya.

    Kalau dipikir-pikir, apa nggak kasihan tuh anak-anak didaerah harus naik turun gunung untuk mendapatkan pendidikan? Belum lagi disaat mereka belajar, belum tentu masuk ke otak jika kondisi mereka saat sampai di sekolah sudah tidak fit. Apalagi jika mereka diminta untuk mengerjakan soal UN yang notabene cukup sulit bagi mereka, tidak adil rasanya dengan kita yang tinggal di kota dapat dengan mudah mendapat kisi-kisi dari soal UN.

    Ada 2 hal yang ingin saya angkat dari posting saya diatas:
    1. Tumbuhkan semangatmu nak, kita (yang tinggal dikota in) belum ada apa-apanya! Mereka yang tinggal di daerah bisa sekolah dan bisa memanfaatkan apa yang ada dengan baik, masa kita tidak?
    2. Pemerataan pendidikan (& pembangunan), tentunya sangat-sangat dibutuhkan di Indonesia ini demi terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran :grin:

    jamal HOME:
    wakakakaka,,,
    sip bos,,,
    mkasih,,,
    btw,,,
    blogku lma gk d update yaitu karena satu alasan simpe…
    Banyak Kerjaan Offline

    Oke deh bos! Nanti kalau udah update kabarin lagi ya! :)

  • pokehack says:

    mampir nh gan
    pokehack´s last blog ..Dapet Bug XSS

    My ComLuv Profile

  • UN memang masih diperlukan, tapi jangan jadikan sebagai penentu kelulusan. jalankan otonomi sekolah sesuai dengan amanat kurikulum tingkat satuan pendidikan. tanpa perubahan sistem, UN hanya akan membuat kecurangan2 demi kecurangan terus terjadi.
    sawali tuhusetya´s last blog ..Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    pokehack: mampir nh gan

    Mari gan lewat :mrgreen:

  • mbah gendeng says:

    weh emang bginilah mas potret indonesia selalu aj morat-marit :D

    Astaga.com lifestyle on the net
    mbah gendeng´s last blog ..Astaga.com Lifestyle on the net

    My ComLuv Profile

  • ALRIS says:

    Komentar saya pendek aja. Begitulah kenyataan, yang masih banyak ditemui terutama di daerah. Salam

  • makasih ya dah mampir ke blog gw.

  • SmarterDOS says:

    mbah gendeng: weh emang bginilah mas potret indonesia selalu aj morat-marit :D
    Astaga.com lifestyle on the net

    Iya mbah :mrgreen:

    ALRIS: Komentar saya pendek aja. Begitulah kenyataan, yang masih banyak ditemui terutama di daerah. Salam

    Betul sekali mas :)

    creativebrain: makasih ya dah mampir ke blog gw.

    Sama-sama mas, ditunggu kunjungannya lagi :)

    sawali tuhusetya: UN memang masih diperlukan, tapi jangan jadikan sebagai penentu kelulusan. jalankan otonomi sekolah sesuai dengan amanat kurikulum tingkat satuan pendidikan. tanpa perubahan sistem, UN hanya akan membuat kecurangan2 demi kecurangan terus terjadi.

    Betul sekali mas sawali :grin:

  • Imamz says:

    wah, mirip bgd tuh kyk di Laskar Pelangi .
    sayang bgd kalo Indonesia terus terusan kyk gitu .
    Saya juga setuju sama Pak JK .
    tetapi sebelumnya semua Sekolah harus ada sarana yang memadai dulu . baru deh diadakan UN .
    dengan begitu pasti semua sekolah akan bisa mengikuti UN .

    Thanks
    Imamz – http://www.imamz.net
    Imamz´s last blog ..Kesalahan Terbesar

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Imamz: wah, mirip bgd tuh kyk di Laskar Pelangi .
    sayang bgd kalo Indonesia terus terusan kyk gitu .
    Saya juga setuju sama Pak JK .
    tetapi sebelumnya semua Sekolah harus ada sarana yang memadai dulu . baru deh diadakan UN .
    dengan begitu pasti semua sekolah akan bisa mengikuti UN .Thanks
    Imamz – http://www.imamz.net

    Setuju banget bro! :grin:

  • Hmmm….Benar Mas…kalau seluruh Indonesia sudah mendapat perlakuan yang adil…UN harus di jalankan…hehhe…
    tapi kalau belum…susah juga yahh…ga ada UN,,standarnya apa???UN??kasihan saudara kita di daerah…

    Semoga Pemerintah kita menemukan solusi terbaik dari masalah ini…
    Dan yang paling penting, seluruh rakyat Indonesia bisa merasakan keadilan soal pendidikan dan kesejahterannya…

    Salam Hangat…

  • SmarterDOS says:

    Sumber Inspirasimu: Hmmm….Benar Mas…kalau seluruh Indonesia sudah mendapat perlakuan yang adil…UN harus di jalankan…hehhe…
    tapi kalau belum…susah juga yahh…ga ada UN,,standarnya apa???UN??kasihan saudara kita di daerah…Semoga Pemerintah kita menemukan solusi terbaik dari masalah ini…
    Dan yang paling penting, seluruh rakyat Indonesia bisa merasakan keadilan soal pendidikan dan kesejahterannya…Salam Hangat…

    Salam hangat kembali, terima kasih atas tanggapannya yang cukup baik terhadap artikel saya diatas :mrgreen:

  • Agus Siswoyo says:

    Saya lama tidak menemukan blog yang khusus menyoroti dunia pendidikan. Semoga blog ini bisa menjadi referensi pembelajaran terhadap dunia edukasi di Indonesia.

    Posting yang bagus dan patut jadi bahan renungan.
    Agus Siswoyo´s last blog ..Bangga Memiliki Alamat Email dengan Domain Milik Sendiri

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Agus Siswoyo: Saya lama tidak menemukan blog yang khusus menyoroti dunia pendidikan. Semoga blog ini bisa menjadi referensi pembelajaran terhadap dunia edukasi di Indonesia.Posting yang bagus dan patut jadi bahan renungan.

    Makasih banyak mas agus :)

  • Tukang Kopas says:

    Wah. . . Bener2. . . . Klo Saya Pribadi setuju UN di Tiadakan.. .

    Knapa??

    Soalnya lihat deh begitu deritanya siswa sma yg dah 3 tahun belajar dan ditentukan kelulusannya hanya dalam jangka waktu 3 hari. . .

    Itu Emosionalnya tinggi bgt. . . .
    Tukang Kopas´s last blog ..Tips Naik Motor Jarak Jauh

    My ComLuv Profile

  • Catur Ariadi says:

    masalah pendidikan di Indonesia memang membingungkan, entah siapa yang tidak mau repot untuk melaksanakan ujian nasional, karena ujian nasional bukan untuk mengekang kesenangan siswa didik sehingga diharapkan siswa dapat mengerti pentingnya tanggung jawab mereka

  • SmarterDOS says:

    Tukang Kopas: Wah. . . Bener2. . . . Klo Saya Pribadi setuju UN di Tiadakan.. .Knapa??Soalnya lihat deh begitu deritanya siswa sma yg dah 3 tahun belajar dan ditentukan kelulusannya hanya dalam jangka waktu 3 hari. . .Itu Emosionalnya tinggi bgt. . . .

    Betul banget bro :)

    Catur Ariadi: masalah pendidikan di Indonesia memang membingungkan, entah siapa yang tidak mau repot untuk melaksanakan ujian nasional, karena ujian nasional bukan untuk mengekang kesenangan siswa didik sehingga diharapkan siswa dapat mengerti pentingnya tanggung jawab mereka

    Makasih bro :)

  • Deka says:

    Perasaan saya sistem pendidikan di Indonesia makin aneh aja, sebenarnya tidak cuma bidang pendidikan saja hampir dibidang-bidang lainnya. saya sendiri kurang setuju kalo UAN atau UN di hapuskan, karena Intinya penerapan pendidikan yang baik belum tercapai dan disinilah yang harus difokuskan perbaikannya. bukan malah menghapus UAN atau UN sebagai sistem penentuan, enak banget kalo begitu, santai aja toh gak ada UAN atau UN..! Just My Opinion.
    Deka´s last blog ..Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hepatitis

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Deka: Perasaan saya sistem pendidikan di Indonesia makin aneh aja, sebenarnya tidak cuma bidang pendidikan saja hampir dibidang-bidang lainnya. saya sendiri kurang setuju kalo UAN atau UN di hapuskan, karena Intinya penerapan pendidikan yang baik belum tercapai dan disinilah yang harus difokuskan perbaikannya. bukan malah menghapus UAN atau UN sebagai sistem penentuan, enak banget kalo begitu, santai aja toh gak ada UAN atau UN..! Just My Opinion.

    Bener banget itu bos. Terima kasih atas opini nya :mrgreen:

  • Saya sih setuju pendapat JK, tapi soal UN dan Kelulusan sebaiknya ditangan sekolah masing-masing. Ditanggung nggak ada kecurangan dan pesulap nilai. :lol: :lol: :lol:
    Rachmad Widodo´s last blog ..Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kelas

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Rachmad Widodo: Saya sih setuju pendapat JK, tapi soal UN dan Kelulusan sebaiknya ditangan sekolah masing-masing. Ditanggung nggak ada kecurangan dan pesulap nilai. :lol: :lol: :lol:

    Betul sekali itu mas :)

  • Solo Life says:

    Pendidikan di Indonesia hanya mendapatkan porsi dana APBN yg sedikit. Kalah jauh dengan banyak negara maju. Lama deh majunya.
    Solo Life´s last blog ..Japanese Researchers crack WPA (Wi-Fi Protected Access)

    My ComLuv Profile

  • SmarterDOS says:

    Solo Life: Pendidikan di Indonesia hanya mendapatkan porsi dana APBN yg sedikit. Kalah jauh dengan banyak negara maju. Lama deh majunya.

    Yup mas, betul sekali :)

  • sentabi says:

    setuju juga nih dengan dihapuskannya UN, masa sih disama ratakan yang di desa dengan yang di kota :(

    suatu hari nanti mungkin bisa di pakai disaat nanti pendidikan di indonesia sudah merata :) (tanpa tau waktu yang jelas)
    sentabi´s last blog ..Mozilla Firefox, Portable Edition

    My ComLuv Profile



Leave a reply


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled

RSS Feeds

Pengunjung

Banner

SmarterDOS



You Comment, I Follow

You Comment, I Follow

You Comment, I Follow

Networks

Komentator Terbaik

Di Bulan ini Adalah:
  1. ghe (3)
  2. ajikinai (2)
  3. abdul (1)
  4. aji (1)
  5. andry sianipar (1)

Kompetisi Website

Y!M:
Yahoo! Messenger Partner:
Kompetisi Website Kompas Muda - KFC Kompetisi Website Kompas Muda - KFC Kompetisi Website Kompas Muda - KFC
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes