
Potret Pendidikan Indonesia
Alhamdulillah, akhirnya gw bisa posting di blog tercinta ini setelah sibuk menggarap Portal dan halaman Status. Gw saat ini berkeinginan untuk menanggapi beberapa fenomena pendidikan belakangan ini yang sering muncul di berbagai macam media, baik elektronik hingga televisi.
Sebenarnya, pendidikan itu dibagi dua. Pertama ada pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh sebuah institusi pendidikan dengan terorganisir, sedangkan pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilakukan di lingkungan seorang anak tinggal (dilakukan oleh orang tua dan masyarakat). Pendidikan formal itu sendiri, biasanya dilakukan di sekolah, madrasah, atau institusi sederajat lainnya.
Beberapa hari ini, sepertinya masalah mengenai UN sedang mencuat. Banyak kecaman dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Di satu sisi, menurut gw UN itu baik. Tapi coba kita lihat sekolah di pinggiran sana, cukup menyedihkan sekali kondisinya. Berbeda dengan gw kita yang alhamdulillah dapat beruntung untuk mengenyam pendidikan dengan cukup sangat layak.
Gw pernah membuat karya tulis mengenai hal ini dengan judul “Persepsi dan Harapan Orang Tua di Kampung Pasir Muncang dalam Menyekolahkan Anaknya pada Pendidikan Formal”. Karya tulis itu gw buat waktu gw Trip Observasi kemarin. Tempat gw ngambil data adalah sebuah daerah cukup sangat terpencil. Kondisi pendidikannya menurut gw itu sangat bobrok, beda dengan gw kita disini yang bisa dapat sekolah dengan AC, sekolah berlantai dan beratap, guru yang ‘rajin’, dan sebagainya.
Setelah gw datang di daerah itu, gw langsung mengambil data penelitian untuk dijadikan laporan ilmiah. Ternyata, persepsi warga Kampung Pasir Muncang tidak cukup baik. Kebanyakan dari mereka, mengeluhkan letak sekolah yang jauh dan naik turun bukit. Bayangin aja kalau setiap hari, anak SD disuruh turun (more…)